Oleh: ppidkemkominfo | 04/01/2019

Empat Fokus Kerja Menkominfo Tahun 2019


(Morotai, Kominfo)–Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan tahun 2019, kementerian yang dipimpinnya akan fokus dalam empat program di bidang komunikasi dan informatika. “Fokus pertama selesaikan Palapa Ring tahun ini. Barat dan Tengah kan sudah selesai, kita akan mengintegrasikan (dengan Paket Timur), targetnya 2019 pertengahan tahun,” kata Rudiantara dalam obrolan ringan media sosial Tok Tok Kominfo di sela kunjungan kerja ke Morotai, Maluku Utara, Rabu (02/01/2019) malam. Menurut Menteri Kominfo, pembangunan Palapa Ring merupakan upaya untuk pemerataan akses telekomunikasi di seluruh Indonesia. “Ini menunjukkan saling komplimen (melengkapi) antara operator dengan BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi). Operator kebanyakan fokus pada daerah yang feasible secara bisnis, sedangkan BAKTI fokus pada daerah yang tidak feasible secara bisnis,” ujar Rudiantara. Menteri Rudiantara menyatakan jaringan akses telekomunikasi dan internet harus merata di seluruh Indonesia. Adapun pemanfaatan utamanya untuk sektor pendidikan, kesehatan dan pertahanan. “Network ini harus ada di mana-mana. Di masa mendatang, hal itu juga dikhususkan menyasar sektor pendidikan, kesehatan, keamanan, dan pertahanan,” tandasnya.

Adapun fokus kedua Kementerian Kominfo menurut Rudiantara adalah membangun satelit sendiri agar seluruh Indonesia bisa terhubung. Upaya itu telah dimulai oleh Kementerian Kominfo dengan membuka lelang untuk pengadaan satelit. Targetnya jaringan telekomunikasi dan internet di Indonesia akan ditopang denan jaringan kabel serat optik Palapa Ring dan satelit multifungsi. “Sekarang lagi proses. kuartal pertama kita tentukan siapa pemenangnya. Satelit ini kita baru punya 2022. Tapi kita tidak nunggu satelit itu, kita akan sewa dulu punya orang yang karakteristiknya sama,” jelasnya. Menurut Menteri Kominfo, pemilihan sewa satelit diperlukan agar terjadi percepatan dalam pembangunan jaringan telekomunkasi. “Hal ini dilakukan agar Indonesia bisa lebih cepat membangun. Nantinya, saat satelit sudah jadi di 2022, tinggal memindahkan antena di satelit sewaan ke satelit milik sendiri,” ungkapnya.

Mengenai fokus ketiga, Menteri Rudiantara menyebutkan Kementerian Kominfo akan mendorong kerja sama dengan Kementerian Perindustrian agar masyarakat bisa punya smartphone dengan fitur bagus dengan harga terjangkau. “Dari segi device, ke depannya ponsel murah dan bagus buatan Indonesia akan lebih banyak, yang harganya di bawah sejuta,” tuturnya. Mengenai fokus keempat, berkaitan dengan upaya mendorong kehadiran Decacorn. Startup digital yang memiliki valuasi diatas USD10 Miliar. “Secepatnya pertengahan tahun depan akan ada decacorn di Indonesia. Artinya yang berproses adalah para Unicorn,” jelasnya. Kunjungan Menteri Rudiantara selama dua hari di Pulau Morotai ditujukan untuk melihat penyelesaian pembangunan terminal Station Fiber Optic Morotai. Terminal itu menampung perangkat aktif transmisi backbone fiber optic jaringan Palapa Ring Paket Tengah. Selain itu Menteri Rudiantara mengunjungi BTS Perbatasan yang dibangun oleh BAKTI Kominfo serta menyaksikan UMKM di Pulau Morotai yang mulai memanfaatkan teknologi digital. Kunjungan kerja tersebut juga menjadi momentum uji coba pemanfaatan jaringan tulang punggung kabel serat optik Palapa Ring bagian Tengah. Jaringan kabel bawah laut itu menghubungkan Manado ke Melonguane Kabupaten Talaud, kemudian dari Melonguane ke Morotai, Maluku Utara….selengkapnya

Oleh: ppidkemkominfo | 10/12/2018

Strategi Dorong Pemanfaatan Teknologi Digital


(Jakarta,Kominfo)–Pemerintah Indonesia menyiapkan berbagai upaya strategis untuk mendorong pemanfaatan serta perkembangan teknologi digital di Tanah Air agar mendidik dan menguntungkan. Hal itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, di Jakarta, Jumat (7/12/2018). Menteri Rudiantara mengungkapkan, ada tiga upaya utama yang hingga kini terus dilakukan oleh pemerintah. Pertama, melakukan literasi digital ke masyarakat agar tidak terjebak ketika memilah dan memilih informasi. Kita membutuhkan jangka waktu yang panjang untuk meningkatkan literasi di masyarakat sebab kita punya 260 juta penduduk. Banyak yang konsumsi berbagai macam berita, palsu, benar dan yang campur aduk.
Kedua, melakukan pencegahan terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Kemenkominfo selama ini telah melakukan tindakan pemblokiran maupun pembatasan akses yang kontennya dianggap merugikan publik.Ketiga adalah melakukan penindakan hukum yang bekerja sama dengan pihak kepolisian. Ini paling mendasar untuk memajukan dan mengembangkan teknologi di Indonesia…selengkapnya


(Jakarta,Kominfo)–Saat ini, era Keterbukaan Informasi, tidak dapat terhindarkan bahwa informasi menjadi energi yang mampu mengakselerasi proses pencerdasan bangsa dan menorehkan berbagai perubahan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Visi besar pengembangan Keterbukaan Informasi adalah mewujudkan masyarakat informasi yang maju, cerdas, dan berkepribadian pancasila serta mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, bersih, transparan dan akuntabel. Pengejawantahan visi besar Keterbukaan Informasi Publik tersebut dilakukan dengan
pengawasan komitmen Badan Publik dalam menyelenggarakan pemerintahan yang terbuka yang setiap tahunnya dilakukan oleh Komisi Informasi Pusat melalui Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik yang sesuai dengan Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik…selengkapnya

Oleh: ppidkemkominfo | 11/10/2018

Sertifikasi Elektronik


(Jakarta,Kominfo)–Penyelenggaraan Sertifikasi Elektronik merupakan kegiatan menyediakan, mengelola, mengoperasikan infrastruktur Penyelenggara Sertifikasi Elektronik, dan/atau memberikan dan mengaudit Sertifikat Elektronik. Penyelenggara Sertifikasi Elektronik adalah badan hukum yang berfungsi sebagai pihak yang layak dipercaya, yang memberikan dan mengaudit Sertifikat Elektronik. Penyelenggara Sertifikasi Elektronik berbentuk badan hukum dan berdomisili di Indonesia. Sedangkan Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Asing adalah Penyelenggara Sertifikasi Elektronik yang telah beroperasi sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik di luar negeri…selengkapnya

Older Posts »

Kategori

%d blogger menyukai ini: